Kombinasi pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadikan kawasan ini kandidat kuat lumbung pangan dan komoditas ekspor Aceh.
Jika dikelola terpadu dari hulu hingga hilir, kekayaan ini diyakini bisa memberi nilai tambah besar bagi ekonomi daerah. Beberapa infrastruktur pendukung mulai tersedia seperti Pelabuhan Calang di Aceh Jays, telah dibangun dan bahkan pernah dipakai untuk mengekspor minyak sawit mentah langsung ke India.
Demikian pula Pelabuhan Teluk Surin di Abdya, sedang dirintis sebagai kawasan industri terpadu untuk memecah kebuntuan akses ekonomi Barsela yang selama ini harus mengandalkan pelabuhan luar daerah.
Kondisi terkini menunjukkan adanya upaya membuka isolasi Barsela, namun potensi penuh wilayah ini masih menanti sentuhan kebijakan yang serius agar kekayaan alam tidak lagi sekadar menjadi potensi di atas kertas.
Permasalahan yang Dihadapi
Meski alamnya kaya, sektor pertanian dan perkebunan Barsela menghadapi tantangan nyata di lapangan. Sejumlah permasalahan struktural telah lama menghambat kemajuan sektor ini antara lain :
1. Infrastruktur Minim
Jalan rusak, transportasi terbatas, dan listrik belum merata menjadi keluhan utama petani. Hasil panen dari pedalaman Aceh Barat Daya atau Simeulue kerap sulit dipasarkan cepat karena akses jalan dan pelabuhan yang kurang memadai.




