Pertanian dan Perkebunan di Barat Selatan Aceh : Potensi Terabaikan atau Ladang Emas yang Terlupakan

Kamis, 8 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mayjen TNI (Purn) T.A. Hafil Fuddin (mantan Pangdam IM).

Mayjen TNI (Purn) T.A. Hafil Fuddin (mantan Pangdam IM).

Contohnya, di Simeulue dan Singkil distribusi hasil bumi lambat dan mahal akibat transportasi laut yang belum optimal. Infrastruktur dasar yang tertinggal membuat biaya logistik tinggi dan daya saing produk pertanian menurun.

2. Teknologi & Modal Terbatas

Pertanian Barsela masih didominasi cara tradisional skala kecil. Minimnya adopsi teknologi modern dan sulitnya akses permodalan membuat produktivitas lahan rendah. Banyak petani masih mengandalkan cangkul daripada traktor, mengakibatkan hasil panen kurang optimal.

BACA JUGA...  Kegagalan Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur; KKP Mesti Umumkan Perusahaan Lelang Ikan

Diversifikasi usaha tani juga minim; ketergantungan pada komoditas tunggal membuat petani rentan saat harga jatuh. Sebagai contoh, anjloknya harga TBS kelapa sawit atau gabah akan langsung memukul pendapatan karena petani tak punya alternatif sumber penghasilan.

3. Kurangnya Investasi & Hilirisasi

Investasi dari pemerintah maupun swasta di sektor agro,  Barsela masih sangat terbatas. Akibatnya, industri pengolahan hasil pertanian hampir tidak ada di daerah–sawit dijual mentah keluar daerah,  nilam diekspor dalam bentuk minyak atsiri tanpa pengolahan lanjutan, dan, beras hanya diproduksi sebagai gabah kering.

BACA JUGA...  ACW: DBHCHT Aceh Tahun 2025 Capai Rp 23,5 Miliar

Minimnya pabrik atau industri hilir berarti sedikit lapangan kerja lokal tercipta. Banyak pemuda akhirnya merantau keluar daerah atau ke Malaysia demi mencari nafkah. Tingkat pengangguran tinggi dan pendapatan per kapita yang  rendah menjadi ironi di tengah hamparan lahan subur yang dimiliki Barsela.

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:59 WIB

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB