Pertanian dan Perkebunan di Barat Selatan Aceh : Potensi Terabaikan atau Ladang Emas yang Terlupakan

Mayjen TNI (Purn) T.A. Hafil Fuddin (mantan Pangdam IM).

Dengan dukungan penuh aparatur, kebijakan Prabowo-Mualem tidak akan berhenti sebagai dokumen, tapi terwujud dalam geliat ekonomi di kebun dan sawah.

2. Masyarakat dan Petani:

Masyarakat lokal adalah subjek sekaligus objek pembangunan. Petani Barsela perlu bersikap proaktif menerima inovasi. Pola pikir tradisional pelan-pelan harus berubah: jika ada bantuan traktor, manfaatkan untuk perluas garapan; jika ada bibit unggul atau teknik tanam baru, jangan ragu mencoba.

BACA JUGA...  Fadlon dan Cahaya Prerana dari Tamiang

Para petani harus bisa membentuk kelompok tani atau koperasi agar lebih kuat dalam hal permodalan dan pemasaran.

Peran tokoh pemuda juga vital–seperti Syarbaini dari Kluet Utara yang vokal menyuarakan aspirasi Barsela–pemuda dapat menjadi motor penggerak di gampong untuk mengawal pembangunan.

Masyarakat diharapkan aktif memberikan masukan dan mengawasi proyek pemerintah. Seperti disampaikan Koordinator MUSI Abdya, pengawasan dan masukan konstruktif dari masyarakat penting agar proyek seperti Pelabuhan Teluk Surin berjalan sesuai harapan rakyat.

BACA JUGA...  Sukses Bangun Struktur Politik Aceh 100 Persen, Hamdani Hamid dapat Apresiasi 

Sikap gotong royong dan ownership dari warga akan memastikan setiap program dilaksanakan tepat sasaran. Jika petani, nelayan, dan pekebun Barsela mau berbenah dan menyambut baik bantuan, setengah dari perjuangan sudah dimenangkan.