Potensi dan Kondisi Pertanian dan Perkebunan
Seorang petani nilam di Aceh Barat sedang memanen daun nilam (pogostemon cablin) dikebunnya.
Nilam adalah salah satu komoditas unggulan di Barsela dengan nilai jual tinggi. Harga minyak nilam Aceh sempat melesat dari Rp 500 ribu menjadi Rp1,8 Juta/Kg seiring meningkatnya permintaan ekspor.
Potensi tanaman penghasil minyak atsiri ini mendorong minat banyak petani lokal untuk membudidayakannya.
Kawasan Barsela sebenarnya ibarat lumbung kekayaan alam, kendati
hampir setiap kabupaten memiliki komoditas pertanian dan perkebunan unggulan.
Di Aceh Jaya, melimpah kebun nilam dan kelapa sawit, Aceh Selatan tersohor sebagai “negeri pala” penghasil pala (buah nutmeg) berkualitas, Simeulue dan sekitarnya menghasilkan cengkeh, serta hasil perkebunan lain.
Lahan pertanian pangan juga tersebar luas – Abdya (Aceh Barat Daya), misalnya, dijuluki “Tanoh Breuh Sigupai” karena areal persawahan padinya yang subur hingga surplus beras.
Dari sawah, ladang nilam, kebun sawit hingga tanaman rempah, Barat Selatan Aceh kaya akan sumber hayati yang beragam. Luar biasa!
Tidak hanya daratan, garis pantai Barsela yang panjang menyimpan potensi perikanan laut yang melimpah.




