Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Banyak warga berharap bantuan segera cair. Sementara pemerintah harus menyesuaikan seluruh data dengan regulasi pusat.

Di lapangan, muncul pula keluhan akibat keterlambatan ataupun ketidaksesuaian data penerima.

Namun Armia Pahmi beberapa kali disebut turun langsung mengecek proses pendataan agar tidak terjadi manipulasi ataupun permainan data bantuan.

Ia memahami satu hal penting.

BACA JUGA...  DOA DI AWAL TAHUN, HARAPAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN

Dalam situasi bencana, kepercayaan publik adalah modal terbesar pemerintah.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Bolak-Balik Jakarta Menjemput Masa Depan Aceh Tamiang

DI BALIK pembangunan pascabencana, ada perjuangan yang jarang terlihat publik.

Armia Pahmi harus berulang kali melakukan perjalanan Aceh Tamiang–Jakarta demi memperjuangkan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

BACA JUGA...  Keangkuhan Akademik Yang Berlutut Pada Laku Spiritual

Ia mendatangi kementerian, BNPB, Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, hingga berbagai lembaga negara lainnya.

Proposal kerusakan dibawa. Data korban dipresentasikan. Kebutuhan masyarakat dijelaskan satu per satu.

Tidak semua proses berjalan mudah.

Pemerintah pusat membutuhkan validasi data, sinkronisasi anggaran, dan kelengkapan administrasi.

Sementara masyarakat di Aceh Tamiang berharap pemulihan berjalan cepat.