Ia juga meninggalkan trauma panjang.
Banyak anak-anak di Aceh Tamiang mengalami ketakutan berlebihan saat hujan turun. Sebagian warga memilih berjaga hingga dini hari setiap kali cuaca buruk datang.
Mereka takut banjir kembali datang tiba-tiba.
Ada keluarga yang kehilangan seluruh harta benda. Ada petani yang sawahnya tertutup lumpur dan kayu. Ada pedagang yang kehilangan modal usaha.
Pemulihan sosial menjadi pekerjaan besar berikutnya.
Pemerintah daerah perlahan membangun kembali layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun rumah.
Tetapi membangun kembali rasa aman.
Di Balik Bantuan Stimulan, DTH, dan Jadup
SALAH satu fase paling sensitif pascabencana adalah penyaluran bantuan.
Di tengah penderitaan masyarakat, pemerintah harus bergerak cepat. Namun di sisi lain, seluruh proses harus tetap sesuai aturan.
Pemkab Aceh Tamiang kemudian menyalurkan bantuan stimulan rumah, Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan hidup sehari-hari (Jadup), hingga bantuan modal usaha.
Namun di balik bantuan itu ada proses panjang yang tidak sederhana.
Pendataan korban dilakukan berulang kali. Tim verifikasi harus turun langsung memastikan kategori kerusakan rumah sesuai fakta.




