Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tower telekomunikasi terganggu. Akses jalan darat tertutup air dan lumpur. Beberapa wilayah bahkan benar-benar terisolasi.

Dalam kondisi itulah Armia Pahmi mengambil keputusan yang tidak lazim bagi seorang kepala daerah.

Ia memilih menyisir Sungai Tamiang menggunakan boat menuju Kampung Paya Bedi, tepatnya Dusun Prabu.

Tujuannya bukan untuk pencitraan.

Ia ingin memastikan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat tetap hidup melalui ORARI dan RAPI.

BACA JUGA...  BBJN Aceh Pacing Jalinsum yang Rusak Parah

Di saat teknologi modern lumpuh, radio komunikasi menjadi satu-satunya harapan.

Arus Sungai Tamiang malam itu sangat berbahaya. Air keruh membawa batang kayu dan material hanyut dari hulu. Namun perjalanan tetap dilakukan.

Bagi Armia, komunikasi adalah nyawa penanganan bencana.

Tanpa komunikasi, bantuan tidak akan datang. Tanpa komunikasi, ribuan warga yang terjebak banjir tidak akan diketahui kondisinya oleh dunia luar.

BACA JUGA...  TAMIANG DALAM BAYANG EKOLOGI YANG RETAK; Suara Nasir Djamil dan Sayed Zainal

Di Dusun Prabu, perangkat ORARI dan RAPI menjadi pusat komunikasi darurat.

Dari titik sederhana itulah laporan kondisi Aceh Tamiang mulai diteruskan ke Banda Aceh dan Jakarta.

Permintaan logistik, bantuan evakuasi, obat-obatan, hingga alat berat mulai dikirim melalui frekuensi radio.

Dalam banyak kesaksian relawan dan aparat lapangan, komunitas ORARI dan RAPI disebut menjadi tulang punggung komunikasi darurat saat itu.

BACA JUGA...  Apa Hasil Lelang Kuota Ikan: Untung Oligarki, Negara Rugi, PNBP Minus, Ikan Habis. Cari Apa Lagi?

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB