DOA DI AWAL TAHUN, HARAPAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN

Caption: Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO menggelar santunan untuk ratusan anak yatim dari 11 desa di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen PHE NSO dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Pemberian santunan dan doa bersama ini bukan hanya soal berbagi. Ini tentang kebersamaan dan empati terhadap anak-anak kita yang membutuhkan perhatian,” ujar Yulinda.

DI AULA Kantor Camat Muara Satu, Minggu pagi itu, 4 Januari 2026. suasana terasa berbeda. Kursi-kursi plastik tersusun rapi, bukan untuk rapat birokrasi atau seremoni resmi, melainkan untuk sebuah pertemuan yang lebih sunyi maknanya; doa bersama dan santunan anak yatim.

BACA JUGA...  ARMIA PAHMI DI GARIS DEPAN

Di antara para pekerja migas, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat, duduk 110 anak yatim dari 11 gampong di Kecamatan Muara Satu—mereka yang memulai tahun dengan harapan, meski hidup tak selalu ramah pada usia mereka.

Kegiatan yang digelar PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO ini menjadi penanda awal tahun 2026.

Tidak dengan gemerlap, melainkan dengan doa, santunan, dan kebersamaan sederhana. Dalam lantunan doa yang mengalir pelan, ada harapan agar pekerjaan berjalan lancar, keselamatan terjaga, dan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat tetap terawat di tengah dinamika wilayah operasi hulu migas.

BACA JUGA...  Forpincam Kejuruan Muda Targetkan 1.000 orang Tervaksin

DUDUK SEJAJAR, MERAWAT EMPATI

PARA anak yatim duduk berdampingan dengan para pekerja PHE NSO dan undangan. Tidak ada jarak yang mencolok, tidak ada sekat simbolik.