Keangkuhan Akademik Yang Berlutut Pada Laku Spiritual

Minggu, 11 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Ereste,(sumber foto : Pribadi).

Jacob Ereste,(sumber foto : Pribadi).

Oleh : Jacob Ereste 

Kasus penerimaan uang oleh seorang rektor yang dari 33 calon mahasiswa yang diproses pihak KPK tidak hanya memalukan kalangan akademisi yang dipahami sebagai kaum intelektual.

Inilah realitasnya, geniusitas yang tidak memberi jaminan adanya nilai religiusitas. Jadi kepintaran seseorang itu tiada arti apa-apa jika tidak imbang dengan muatan batiniah yang terjaga oleh nilai-nilai spiritual. Sebab bobot akal pikiran itu sangat terbatas dan akan keok selama abai pada nilai-nilai spiritual yang mampu menjaga akhlak mulia manusia sebagai khalifatullah di bumi.

Jadi, ketika etika (budaya dan agama) sudah ambruk, maka tiada lagi jaminan untuk memiliki akhlak. Karena itu, seorang tokoh organisasi keagamaan sekalipun tetap rentan jika tiada mendalami nilai etika, moral dan akhlak yang harus tetap dijaga oleh laku spiritual yang ugahari seperti yang telah dicanangkan oleh PGI (Perhimpunan Gereja Indonesia) sejak beberapa tahun silam.

BACA JUGA...  Kuasa Hukum GeRAK Somasi Kamaruddin

Hikmah dari yang positif dari suatu bencana maupun malapetaka itu seperti tertangkap basahnya seorang rektor atau guru besar dari sebuah perguruan tinggi negeri di negeri ini. Aib besar ini membuktikan bahwa akal pikiran yang jenius sekalipun berada di urutan belakang dari laku spiritual. Sebab daya jangkau serta wilayah jelajahnya spiritual itu jauh berada di atas daya dan kemampuan nalar. Energi spiritual itu pun mempunyai daya tangkal dan energi spiritual itu bisa dimiliki oleh siapa pun. Apalagi cuma sekedar untuk seorang rektor yang lebih dominan memiliki kemampuan bermain di wilayah administrasi dan organisasi untuk mengurus kepentingan orang banyak.

BACA JUGA...  PPN Naik 12 Persen, Negara Makmur, Rakyat Buntung

Dari sejumlah calon mahasiswa — dan mungkin juga calon mahasiswi sebanyak 33 orang itu, tidak hanya lebih dari cukup untuk mendulang uang milyaran rupiah jumlahnya, guna memutuskan masuk perguruan tinggi yang sudah menjadi perseroan sekarang ini, tapi juga membuktikan betapa rusaknya cara berpikir dunia keilmuan yang telah melanggar tara nilai etika, moral dan akhlak akademik yang sepatutnya mengedepankan sikap jujur, sportif dan elegan untuk mengais ilmu guna menjadi bekal permanen yang kuat dengan berbasis pada etika, budaya serta nilai spritual agar tidak pongah dan tergelincir pada keangkuhan intelektual yang sudah semakin mengerikan pada era milineal sekarang ini.

BACA JUGA...  KPK Lakukan Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Terintegrasi di Jawa Barat

Kebanggaan semu tehadap harta kekayaan dan kemewahan pun semakin menjadi candu yang digandrungi akibat cara berpikir yang terkilir, hingga beranggapan bila semua itu adalah jaminan utama satu-satunya untuk mereguk kebahagiaan. Begitulah alkisah keangkuhan akademik yang telak betekuk lutut dibawah laku spiritual yang selama ini dipersepsikan sebagai klenik.

Akibatnya proses pembelajaran yang patut dijalani dan ditekuni guna memiliki kematangan berpikir serta bijak dalam memilih dan menentukan sikap serta langkah yang patut ditempuh, pada akhirnya cuma bisa dilakukan melalui jalan pintas. Sosok menyogok. Termasuk hasrat untuk cepat kaya, sehingga untuk membiayai sarana ibadah pun duitnya tak perduli dari cara yang tidak halal dilakukan.(*).

Penulis : Jacob Ereste

Banten, 11 September 2022

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membaca pesan dan pidato pada Milad Samudra Pasai dan Aceh Utara ke-800 tahun

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Serukan Menjaga Amanah Indatu

Senin, 7 Sep 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Pidie Jaya Cetak Ratusan Wirausaha Lewat TMT Batch IX 

Senin, 7 Sep 2026 - 19:50 WIB

HUKOM

Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Senin, 7 Sep 2026 - 19:03 WIB

NANGGROE

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Senin, 7 Sep 2026 - 14:30 WIB