Janji Pahit Ubi Kayu; Ketika Petani Menanggung Dosa Ketua Poktan

Jumat, 7 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Janji Pahit Ubi Kayu; Ketika Petani Menanggung Dosa Ketua Poktan.

Janji Pahit Ubi Kayu; Ketika Petani Menanggung Dosa Ketua Poktan.

“Hukum jangan tumpul ke bawah. Petani miskin jangan dijadikan kambing hitam dari proyek gagal yang penuh intrik.”

[Sayed Zainal M, SH, Direktur Eksekutif LembAHtari].

KETIKA janji manis berubah jadi jerat utang; kisah 20 petani Aceh Tamiang yang tergadai demi program Ubi Kayu.

Di sebuah rumah kayu di pinggiran Kecamatan Tamiang Hulu, wajah M. Yusuf, 54 tahun, tampak lelah.

BACA JUGA...  Kajari Bireuen: Kami Jalankan Tugas dengan Profesional 

Tangannya menggenggam selembar surat dari PT. Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Aceh Tamiang; surat peringatan pelunasan pinjaman pembiayaan program Musyakarah Ubi Kayu. Di ujung surat, tertera ancaman; “Akan dilakukan eksekusi agunan bila tidak ada pelunasan.”

“Rumah ini yang mau mereka ambil,” suaranya serak, nyaris berbisik. “Padahal saya Cuma ikut program karena diajak Wagirun. Katanya, nanti kalau panen berhasil, semua bisa lunas.” Kini, tak ada panen, yang tersisa hanya tumpukan utang dan rasa sesal.

Janji yang Menjerat.

BACA JUGA...  Bola Panas di Tangan Matahukum, Rakyat Tangerang Nanti Laporan Resmi ke KPK

TAHUN 2022, di tengah pandemi Covid-19, Wagirun, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mekar Kembali datang dengan gagasan besar. Ia meyakinkan warga bahwa Bank Aceh Syariah membuka peluang pembiayaan “tanpa risiko” bagi petani yang ingin menanam ubi kayu.

Program ini berkah, Cuma perlu tanam, nanti hasil panen bagi dua,” begitu kira-kira kata Wagirun dalam rapat kelompok waktu itu.

BACA JUGA...  Demi Kenyamanan, Polsek Bubon Bersihkan Mesjid Babul Taqwa

Berita Terkait

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Jangan Tangkap dan Tahan, Praktisi Hukum: Kasih Tau Keluarga 
Tiga Residivis Kembali Ditangkap 
Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Tiga Residivis Kembali Ditangkap 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Berita Terbaru

EKBIS

Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam

Jumat, 21 Agu 2026 - 17:56 WIB

NEWS FEATURE

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:40 WIB

FEATURE

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:29 WIB

Sekdakab Asel Diva Samudra Putra berbincang dengan Asisten dan pemateri Rakor di Aula Dinas Pariwisata Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Kamis, (20/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:04 WIB