KETIKA hujan turun di Bandar Pusaka, lahan ubi kayu yang dulu menjanjikan kesejahteraan kini ditumbuhi semak belukar.
Di sana, masih tersisa papan nama bertuliskan Kelompok Tani Mekar Kembali – Program Ubi Kayu 2022. Catnya terkelupas, nyaris roboh dimakan waktu.
Ironi itu nyata. Program pemberdayaan yang seharusnya menjadi pengangkat ekonomi rakyat malah menenggelamkan mereka dalam jurang utang.
Dan di tengah suara jangkrik malam, satu nama masih bergema di antara para petani: Wagirun. [].















