Oleh: Mayjend (Purn) TNI T.A. Hafil Fuddin (mantan Pangdam IM)
BARAT Selatan Aceh, sering disebut Barsela. Dia, lama terbelenggu dalam ketertinggalan ekonomi meskipun kaya sumber daya.
Kawasan pesisir ini mencakup delapan kabupaten/kota, dari Aceh Jaya hingga Aceh Singkil, dengan populasi agraris yang besar. Namun, Barsela kerap merasa “dianaktirikan” dalam pembangunan Aceh.
Kini, terpilihnya Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden RI dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Gubernur Aceh membawa harapan baru.
Warga di kawasan ini, berharap kepemimpinan mereka mampu mengakhiri ketertinggalan Barsela dan mendorong kebangkitan ekonomi yang merata hingga pelosok desa.
Sebagai kawasan yang termarginalkan, Barsela menyimpan potensi besar yang belum tergarap optimal.
Dalam naskah opini ini, kita akan menyoroti potensi dan kondisi sektor pertanian serta perkebunan di Barsela, permasalahan yang selama ini menghambat.
Strategi dan solusi melalui kebijakan Presiden Prabowo dan Gubernur Mualem, serta peran kolaboratif pemerintah, masyarakat, dan pengusaha diharapkan mampu untuk merealisasikan perubahan.
Narasi disajikan secara provokatif dan menyentuh realitas lokal, agar pesan pembangunan ini menggugah semua pihak di Aceh Barat Selatan.




