Salah satu firman Allah dalam dalam surat ali Imran ayat 92 yang berbunyi, “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apapun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah maha mengetahui tentangnya,”.
Disini Allah menantang kita bahwa menginfakkan harta yang kita cintai adalah syarat untuk mencapai puncak dari segala kebaikan dan keberkahan.
Ayat tersebut juga mendorong kita untuk menjadi ummat yang terbaik dalam berinteraksi sosial dengan semangat tolong-menolong antar sesama manusia, salah satu caranya adalah dengan senang berderma.
Kedermawanan pada hakikatnya dimotivasi pada pemahaman manusia terhadap anjuran untuk berbuat kebaikan. Allah di dalam al-Quran menyebut pemberian itu secara bertingkat, maka itu sebagai isyarat bahwa kedermawanan adalah pilihan dan sikap yang terus bertingkat dan tiada ujungnya.
Dalam Islam ada kedermawanan yang bersifat wajib yang harus dilakukan oleh setiap umat manusia apabila telah memenuhi beberapa syarat tertentu yang dikenal dengan zakat.
Bahkan kewajiban utama setiap muslim tanpa terkecuali yang lain bernama Zakat Fitrah, spirit utamanya bukan asabat kekayaan dan kemampuan, tetapi spirit berbagi dan membersihkan jiwa.















