OPINI  

Tingkatkan Kedermawan di Bulan Ramadhan

Penulis Opini : Numairi, Direktur Kepatuhan Bank Aceh Syariah.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Qashash ayat 78: “Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta) itu semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu bahwa sesungguhnya Allah telah membinasakan generasi sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta? Orang-orang yang durhaka itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka,”.

Seyogianya, kita dapat bertanya dan merefleksikan pada diri kita sendiri apakah ada keengganan untuk mengeluarkan harta di jalan kebaikan karena kecintaan yang berlebih pada materi? Apakah ada sifat bakhil/pelit untuk memberi sebagian dari harta yang kita miliki untuk sanak keluarga/kerabat dekat? Dengan pemahaman bagi mereka karena merasa takut hartanya berkurang dan tidak sedikit di antaranya yang bahkan takut berderma karena akan menjadi miskin.

BACA JUGA...  Republik Seudati: Ketika Politik Menjadi Panggung "Tunang" Tanpa Akhir

Padahal anggapan ini sebenarnya bersumber dari bisikan dan tipu daya setan. Jika jawabannya iya, maka patut diwaspadai bisa jadi diri kita sendiri merupakan penerus Qarun di era modern saat ini.

Dalam beberapa ayat yang lain, Allah menjelaskan kaidah kedermawanan yang sama sekali tidak menyebabkan berkurangnya harta, apalagi sampai membuat miskin seseorang.

BACA JUGA...  Para Pecundang Dilingkaran Biokrasi

Justru dengan kesukaan manusia dalam berderma akan dibalas dengan limpahan rezeki yang berlipat ganda. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 261 dan 245; “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan berlipatganda. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan,”.

Editor: Syawaluddin Ksp