Republik Seudati: Ketika Politik Menjadi Panggung “Tunang” Tanpa Akhir

Jumat, 9 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Teuku Maimun Bin Teuku Umar

Di atas panggung kayu yang bergetar karena hentakan kaki, dua orang Syeikh berdiri berhadapan. Mereka bukan sedang berkelahi secara fisik, melainkan sedang bertaruh harga diri melalui ketajaman lidah. Dalam tradisi Aceh, inilah Seudati Tunang, sebuah kompetisi di mana syair bukan sekadar hiasan, melainkan peluru kiasan yang dirancang untuk menjatuhkan mental lawan melalui sindiran, sentilan, dan teka-teki sulit.

BACA JUGA...  Pengaruh Budaya Terhadap Komunikasi Pemimpin

Namun, jika kita menoleh ke panggung politik nasional hari ini, fenomena “Seudati Tunang” ini seolah-olah sedang dipentaskan secara kolosal dalam kehidupan bernegara kita. Bedanya, jika di panggung Seudati ada aturan moral yang mengikat, di panggung politik, batas antara kritik dan serangan pribadi sering kali menjadi kabur.

Drama Tanpa Layar Penutup
Fenomena perseteruan antara tokoh publik, seperti narasi tak berujung mengenai isu ijazah palsu yang menyerang Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengingatkan kita pada strategi Syeikh dalam Seudati yang mencoba mencari celah terkecil dari lawan. Tema-temanya terkadang terlihat sepele, namun diolah sedemikian rupa menjadi narasi yang menjatuhkan.

BACA JUGA...  Pemimpin dan Pengusaha "Ibarat Dua Sisi Mata Uang Yang Tak Terpisahkan"

Layaknya Seudati Tunang, publik disuguhi tontonan “balas-membalas” pantun politik. Bedanya, jika Syeikh Seudati menyerang dengan estetika hikayat, para aktor politik kita menyerang dengan data, klaim, hingga berujung pada laporan hukum.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

NANGGROE

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Sabtu, 3 Okt 2026 - 12:15 WIB

NANGGROE

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:54 WIB

Wakapolres Asel bersama PJU Polres foto bersama seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

RAGAM BERITA

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:19 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Tengah, Gunawan Putra,

PEMERINTAHAN

APBK Aceh Tengah Perubahan Tahun 2026 Bertambah 

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:09 WIB

NEWS FEATURE

Konflik HGU Aceh Timur Memasuki Fase Kritis

Kamis, 1 Okt 2026 - 11:26 WIB