Anatomi Perpecahan Aktivis: Antara Strategi Jihad dan Jebakan Narasi

Sabtu, 24 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: M. Idris Hardy, S.E.

Perdebatan mengenai peran dan langkah strategis para aktivis sering kali berujung pada polemik yang menguras energi. Fokus utamanya sederhana,  sebuah pesan moral yang ditujukan kepada figur berpengaruh agar membuka hati dengan kejujuran. Namun, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa perjuangan ini tidak pernah linier, melainkan penuh dengan intrik, manuver, dan risiko perpecahan.

BACA JUGA...  Peta Realitas Akurat tentang Informasi yang Disebarkan Media Setiap Hari

Fenomena kunjungan tokoh aktivis senior seperti Eggi Sudjana (BES) ke Solo untuk menemui mantan presiden ke-7, Joko Widodo, memicu obrolan hangat sekaligus panas di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari elit politik hingga rakyat jelata di kedai kopi. Bagi sebagian pihak, langkah ini dianggap sebagai pemicu keretakan kubu yang semula solid, terutama ketika narasi mengenai Restorative Justice untuk BES dan Damai Hari Lubis (DHL) mulai bergulir.

BACA JUGA...  MBG yang Bagus dalam Perencanaan, Namun Amburadul dalam Pelaksanaan

Namun, jika ditinjau secara mendalam, manuver semacam ini seharusnya dipandang sebagai bagian dari strategi perjuangan. Jihad, dalam konteks pergerakan, sering kali merupakan adu strategi. Ibarat pepatah, jika ingin melihat ikan di dalam kolam, tenangkan dahulu airnya. Langkah yang tampak bertolak belakang dengan idealisme moral sering kali merupakan metode spesifik untuk mencapai fokus tertentu yang tidak bisa dipahami oleh mereka yang hanya melihat dari permukaan.

BACA JUGA...  Pancasilais vs Kapitalis Liberal

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

SPS Aceh Bersama Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Kamis, 27 Agu 2026 - 14:02 WIB

PEMERINTAHAN

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025

Kamis, 27 Agu 2026 - 02:43 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:43 WIB

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB