Anatomi Perpecahan Aktivis: Antara Strategi Jihad dan Jebakan Narasi

Sabtu, 24 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perpecahan antar saudara dalam satu kubu bukanlah hal baru. Sejarah mencatat Perang Jamal dan Perang Shiffin di era Khalifah Ali bin Abi Thalib sebagai bukti bahwa perbedaan pendapat mengenai kepemimpinan dan politik kekuasaan dapat memicu benturan fisik di antara mereka yang semula seiring sejalan.

Ironisnya, saat para aktivis sibuk berselisih secara terbuka, kelompok asing dan antek-anteknya justru bekerja dengan sangat rapi dan tertutup untuk menguasai Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia. Mereka mampu menutupi friksi internal dengan persekutuan yang solid, sehingga rakyat tidak memiliki celah untuk memecah konsentrasi mereka. Akibatnya, kekayaan alam kita lebih banyak dinikmati oleh korporasi asing melalui tangan-tangan anak bangsa yang memegang kekuasaan.

BACA JUGA...  Wartawan Bodrex dan Tingkah Lakunya

Pertanyaan besarnya adalah: mengapa para aktivis tidak belajar dari musuh-musuh bangsa yang mampu bergerak secara sunyi (silent) dan tidak mudah terpecah? Apa yang sebenarnya diburu sehingga ego pribadi sering kali mengalahkan kepentingan kolektif?

Sebuah kutipan masyhur mengingatkan kita: “Al-haqqu bilaa nidzom, yaghlibuhul baathilu binidzomin” – kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir. Tanpa kedewasaan, strategi yang matang, dan solidaritas yang kuat, perjuangan moral hanya akan menjadi panggung sandiwara yang melelahkan bagi rakyat yang menaruh harapan. (*)

BACA JUGA...  Mualem-Dek Fad Siap "All Out" Menang di Pilgub Aceh, Strategi Terbaru Diumumkan!

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

SPS Aceh Bersama Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Kamis, 27 Agu 2026 - 14:02 WIB

PEMERINTAHAN

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025

Kamis, 27 Agu 2026 - 02:43 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:43 WIB

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB