Aceh Perang Jabatan ?

Minggu, 23 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ismail Akademisi Aceh.

Ismail Akademisi Aceh.

Oleh: Ismail

Aceh, daerah yang memiliki kekhususan dan keistimewaan dalam sistem pemerintahan Indonesia, belakangan ini sering diwarnai dengan fenomena “perang jabatan.” Istilah ini mengacu pada pertarungan kepentingan politik dan birokrasi dalam perebutan kursi strategis di pemerintahan daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Fenomena ini bukan sekadar kompetisi sehat dalam politik, tetapi sering kali melibatkan konflik kepentingan, tarik-ulur kekuasaan, bahkan praktik tidak sehat seperti intervensi politik, mutasi pegawai secara tidak wajar, serta upaya saling menjatuhkan di antara elit birokrasi.

BACA JUGA...  Sentimen Menggantikan Argumen, Apa yang Tersisa dari Pilkada  Demokratis?

Akar Masalah: Politik dan Kepentingan Pribadi

Salah satu penyebab utama perang jabatan di Aceh adalah dominasi kepentingan politik dalam birokrasi. Sejak era Pilkada langsung, jabatan-jabatan strategis di pemerintahan daerah menjadi incaran kelompok tertentu untuk memperkuat pengaruh dan mempertahankan kekuasaan. Kepala daerah yang terpilih sering kali mengganti pejabat birokrasi dengan orang-orang yang dianggap loyal, bukan berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.

BACA JUGA...  GMF Tuntas Salurkan 150 Ekor Sapi Qurban, Ali Erbas: Erdogan Kirim Salam Untuk Masyarakat Aceh

Akibatnya, birokrasi menjadi tidak stabil. Pejabat yang baru diangkat belum tentu memiliki kapasitas yang sesuai dengan tugasnya, sementara mereka yang diberhentikan sering kali merasa dizalimi dan mencari cara untuk melawan, baik melalui jalur hukum maupun jalur politik. Hal ini menimbulkan ketegangan berkepanjangan dan menghambat kinerja pemerintahan.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Polda Kaltim Ajak Insan Pers Sebarluaskan Informasi Kepolisian

Minggu, 8 Nov 2026 - 19:23 WIB

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB