DAS TAMIANG; KETIKA HUTAN PERGI, AIR DATANG TANPA AMPUN

Kamis, 18 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Balok itu Datang, Karena Diundang.

Balok itu Datang, Karena Diundang.

“Bencana Aceh Tamiang bukan kejutan alam, melainkan hasil dari kebijakan yang abai terhadap daya dukung lingkungan. Kajian ini sudah kami susun sejak 2015 bersama sejumlah LSM, namun tidak pernah menjadi arus utama kebijakan.”

[Sayed Zainal M, SH. Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari)].

  • Investigasi Ekologi atas Akumulasi Perizinan, Ekspansi Sawit, dan Bencana yang Terus Berulang di Aceh Tamiang
BACA JUGA...  DAS TAMIANG DALAM KEPUNGAN SEDIMENTASI; DUA DEKADE KEGAGALAN NEGARA MENGELOLA SUNGAI

Air yang Datang Tanpa Permisi

MALAM 26 November 2025, hujan turun tanpa jeda di Aceh Tamiang. Dari hulu Kawasan Ekosistem Leuser, air mengalir deras membawa lumpur, kayu, dan batu—sisa-sisa hutan yang telah lama kehilangan akar penyangganya.

Sungai Tamiang meluap, menenggelamkan rumah warga, memutus jalan, dan memaksa ribuan orang mengungsi di tanah sendiri.

BACA JUGA...  DANA STIMULAN DICAIRKAN DUA TAHAP

Banjir bandang itu bukan peristiwa alam biasa. Ia adalah klimaks dari krisis ekologis panjang yang terakumulasi selama puluhan tahun. Di balik air yang datang tanpa ampun, terdapat jejak kebijakan, perizinan, dan pembiaran yang sistemik.

DAS TAMIANG; TULANG PUNGGUNG YANG RETAK

DAERAH Aliran Sungai (DAS) Tamiang membentang seluas 459.800 hektar, dari hulu Leuser hingga wilayah hilir yang padat permukiman. Secara ekologis, DAS ini seharusnya menjadi penyangga kehidupan: mengatur tata air, menahan banjir, serta menopang pertanian dan perikanan rakyat.

BACA JUGA...  DPRK Sahkan Enam Rancangan Qanun Prioritas Aceh Tamiang Tahun 2025

Berita Terkait

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara
Rakyat Butuh Solusi, Bukan Alasan, Salihin: Copot Kepala BPJN Aceh 
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:13 WIB