DAS TAMIANG; KETIKA HUTAN PERGI, AIR DATANG TANPA AMPUN

Kamis, 18 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Balok itu Datang, Karena Diundang.

Balok itu Datang, Karena Diundang.

DI SAAT yang sama, aktivitas pertambangan mineral bukan logam dan batuan merebak di sedikitnya delapan kecamatan. Material seperti pasir, sirtu, koral, dolomit, dan kerikil digali dari sempadan sungai dan lereng-lereng rapuh.

Aktivitas ini memperparah pendangkalan sungai, merusak sempadan, dan mengubah alur air alami. Sungai kehilangan kapasitasnya untuk menampung debit besar. Ketika hujan ekstrem terjadi, air dengan cepat meluap ke permukiman.

BACA JUGA...  Pemuda Bireuen Apresiasi Respons Cepat Presiden Tangani Banjir Bandang dan Longsor Aceh-Sumatra

JEJAK PANJANG PERIZINAN

KERUSAKAN ekologis Aceh Tamiang tidak terjadi tiba-tiba. Ia merupakan hasil dari sejarah panjang perizinan.

Sejak era pra-pemekaran pada 1975–1990-an, izin eksploitasi hutan telah diterbitkan, mulai dari HPH PT Kwala Langsa, PT TRD, hingga HTI PT RPU dan PT RWP.

Setelah 1995, muncul gelombang Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) dalam jumlah besar yang terus berlanjut bahkan setelah Aceh Tamiang menjadi kabupaten.

BACA JUGA...  Warga Tenggulun, Sukarela Serahkan Kebun Sawit di Kawasan Konservasi TNGL

Memasuki era modern, izin semakin kompleks; hutan hak, pinjam pakai kawasan hutan dari KLHK, hingga perhutanan sosial (HTR dan HKM) di Tamiang Hulu pada 2014–2015.

Masalah utamanya bukan hanya banyaknya izin, tetapi minimnya pengawasan, tumpang tindih kewenangan, serta absennya audit ekologis. Pembalakan liar tumbuh subur di ruang-ruang abu-abu kebijakan.

Berita Terkait

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara
Rakyat Butuh Solusi, Bukan Alasan, Salihin: Copot Kepala BPJN Aceh 
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:13 WIB