DAS TAMIANG; KETIKA HUTAN PERGI, AIR DATANG TANPA AMPUN

Kamis, 18 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Balok itu Datang, Karena Diundang.

Balok itu Datang, Karena Diundang.

NAMUN FUNGSI ITU KINI MELEMAH DRASTIS.

DATA kehutanan menunjukkan, dari total luas Kabupaten Aceh Tamiang 221.531,01 hektar, tutupan hutan mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat.

Pada 2014–2015, hutan masih tersisa sekitar 82.178 hektar atau 37,05 persen. Pada 2018, luasnya menyusut menjadi sekitar 46.100 hektar, atau hanya 20 persen. Hampir separuh hutan Aceh Tamiang lenyap dalam beberapa tahun.

BACA JUGA...  Bur Ni Telong Berstatus Siaga

SAWIT DAN LOGIKA EKONOMI YANG MEMBUTAKAN

KERUSAKAN hutan di Aceh Tamiang bukan peristiwa sporadis. Dalam periode 2006–2010, laju deforestasi tercatat mencapai 1.284 hektar per tahun. Tren itu terus berlanjut hingga kini.

Penyumbang terbesar kerusakan adalah perkebunan kelapa sawit. Luas arealnya mencapai 90.988 hektar, setara 46,5 persen dari total daratan Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  KAYU, RUMAH, DAN WAKTU

Tercatat sedikitnya 48 izin Hak Guna Usaha (HGU), belum termasuk perkebunan sawit ilegal yang beroperasi tanpa izin.

Konversi hutan menjadi sawit mengubah karakter lanskap DAS secara drastis. Hutan multistrata yang mampu menahan dan menyerap air digantikan oleh tanaman monokultur. Tanah menjadi lebih padat, daya infiltrasi menurun, dan limpasan permukaan meningkat tajam setiap kali hujan deras turun.

BACA JUGA...  PC APRI Aceh Tamiang Resmi Dikukuhkan

TAMBANG YANG MENGGERUS SUNGAI

Berita Terkait

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara
Rakyat Butuh Solusi, Bukan Alasan, Salihin: Copot Kepala BPJN Aceh 
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:13 WIB