NAMUN FUNGSI ITU KINI MELEMAH DRASTIS.
DATA kehutanan menunjukkan, dari total luas Kabupaten Aceh Tamiang 221.531,01 hektar, tutupan hutan mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat.
Pada 2014–2015, hutan masih tersisa sekitar 82.178 hektar atau 37,05 persen. Pada 2018, luasnya menyusut menjadi sekitar 46.100 hektar, atau hanya 20 persen. Hampir separuh hutan Aceh Tamiang lenyap dalam beberapa tahun.
SAWIT DAN LOGIKA EKONOMI YANG MEMBUTAKAN
KERUSAKAN hutan di Aceh Tamiang bukan peristiwa sporadis. Dalam periode 2006–2010, laju deforestasi tercatat mencapai 1.284 hektar per tahun. Tren itu terus berlanjut hingga kini.
Penyumbang terbesar kerusakan adalah perkebunan kelapa sawit. Luas arealnya mencapai 90.988 hektar, setara 46,5 persen dari total daratan Aceh Tamiang.
Tercatat sedikitnya 48 izin Hak Guna Usaha (HGU), belum termasuk perkebunan sawit ilegal yang beroperasi tanpa izin.
Konversi hutan menjadi sawit mengubah karakter lanskap DAS secara drastis. Hutan multistrata yang mampu menahan dan menyerap air digantikan oleh tanaman monokultur. Tanah menjadi lebih padat, daya infiltrasi menurun, dan limpasan permukaan meningkat tajam setiap kali hujan deras turun.
TAMBANG YANG MENGGERUS SUNGAI
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















