DAS TAMIANG DALAM KEPUNGAN SEDIMENTASI; DUA DEKADE KEGAGALAN NEGARA MENGELOLA SUNGAI

Senin, 5 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menanti Kanal DAS Aceh Tamiang, Sampai Kapan?

Menanti Kanal DAS Aceh Tamiang, Sampai Kapan?

“Sedimentasi ekstrem di DAS Tamiang bukan lagi persoalan teknis semata. Ini adalah krisis ekologis dan kegagalan tata kelola wilayah yang berdampak langsung pada keselamatan warga, pertanian, dan keberlanjutan lingkungan hidup.”

[Muhammad Nasir, Koordinator Presidium KAHMI Aceh Tamiang]

SUNGAI Tamiang tidak pernah benar-benar tenang sejak banjir bandang 2006. Air memang surut, tetapi luka ekologis yang ditinggalkannya justru mengendap—perlahan, tebal, dan mematikan. Hampir dua puluh tahun berlalu, Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang terus mengalami pendangkalan ekstrem, alur sungai menyempit, dan daya tampung air semakin menurun.

BACA JUGA...  Usman Lamreung: Seleksi Kepala BPMA Aceh harus Transparansi dan Kualitas

Banjir yang datang kemudian bukan lagi kejutan, melainkan rutinitas bencana.

Di tengah situasi ini, kritik keras datang dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh Tamiang. Koordinator Presidium, Muhammad Nasir, secara terbuka menyatakan bahwa Pemerintah Aceh telah gagal mengelola Sungai Tamiang secara strategi

Kegagalan itu, menurutnya, bukan sekadar soal teknis sungai, melainkan mencerminkan krisis tata kelola wilayah dan kelalaian kebijakan jangka panjang.

BACA JUGA...  Kami Ingin Penyelesaian Komprehensif

BANJIR 2006; TITIK BALIK YANG DIABAIKAN

MUHAMMAD NASIR mengingatkan, banjir bandang tahun 2006 seharusnya menjadi alarm keras bagi Pemerintah Aceh. Peristiwa tersebut bukan hanya merusak permukiman dan lahan warga, tetapi juga memporak-porandakan struktur ekologis DAS Tamiang.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Saat penyerahan penghargaan oleh ketua IPAU kepada Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Diapresiasi IPAU atas Respons Bencana

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:38 WIB

Muhammad Naufal Efendi mengepalkan tangannya sebagai simbol perlawanan atas kondisi ril SMRS yang kehilangan daya serapnya.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Banjir Terus Mengancam

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:27 WIB

NEWS FEATURE

Kongres PSSI Aceh Dipersoalkan Sejumlah Voters

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:51 WIB