ENDAPAN LUMPUR YANG KIAN MENINGGI
SUNGAI Tamiang mengalir membawa pesan yang sama setiap musim hujan: bahwa alam tidak pernah lupa pada kelalaian manusia.
Endapan lumpur yang kian meninggi adalah arsip dari kebijakan yang tak pernah dijalankan dan peringatan atas perencanaan yang diabaikan.
Jika Pemerintah Aceh terus menunda penataan strategis DAS Tamiang [kanal yang tak dibangun, muara yang tak dikeruk, dan tata kelola lintas wilayah yang tak kunjung terwujud] maka banjir bukan lagi bencana, melainkan konsekuensi logis.
Dua puluh tahun sudah cukup lama untuk belajar. Pertanyaannya kini bukan lagi apa yang harus dilakukan, tetapi apakah negara benar-benar mau hadir sebelum Sungai Tamiang kembali mengamuk. [].





