ACEH TAMIANG; KORBAN HILIR SISTEM DAS
MUHAMMAD NASIR juga mengingatkan bahwa Pemerintah Aceh tidak boleh memandang persoalan DAS Tamiang secara sempit. Aceh memiliki 23 kabupaten/kota, dan sedikitnya 18 wilayah terdampak oleh sistem DAS lintas daerah. Aceh Tamiang berada di posisi paling hilir, menjadikannya titik akumulasi seluruh persoalan dari wilayah hulu.
Air yang mengalir ke Aceh Tamiang berasal dari Gayo Lues, Aceh Timur, Kota Langsa, hingga Kabupaten Langkat di Sumatera Utara. Artinya, kerusakan di hulu—apa pun bentuknya—akan bermuara di Aceh Tamiang.
Tanpa kebijakan lintas wilayah dan lintas provinsi, Aceh Tamiang akan terus menjadi korban struktural dari sistem pengelolaan DAS yang terfragmentasi.
NEGARA YANG ABSEN DALAM PERENCANAAN
KRITIK KAHMI Aceh Tamiang sejatinya adalah refleksi dari keresahan publik yang lebih luas. Sungai adalah urat nadi kehidupan, bukan sekadar saluran air. Ketika negara gagal merawatnya, rakyatlah yang menanggung konsekuensinya [dari rumah yang terendam hingga lahan pertanian yang rusak].
Dua dekade tanpa kebijakan strategis menunjukkan lemahnya keberpihakan pada keselamatan ekologis. Sungai Tamiang terus dipaksa menanggung beban tanpa pemulihan, sementara wacana pembangunan berkelanjutan tak pernah benar-benar menyentuh akar masalah.





