Dalam keluarga, luka paling dalam sering datang dari mereka yang paling kita cintai. Banyak orang tua bermaksud mendidik, tapi justru melukai. Mereka tidak sadar bahwa ucapan dan perlakuan sehari-hari dapat membekas lama dalam jiwa anak. Islam dan psikologi modern sama-sama menekankan pentingnya memperlakukan anak dengan adil, lembut, dan penuh kasih.
Berikut tujuh sikap orang tua yang kerap menyakiti anak, baik secara emosional maupun spiritual:
1. Suka Membandingkan
Kalimat seperti “lihat temanmu bisa, kamu kenapa tidak?” melukai harga diri anak. Dalam Islam, keadilan terhadap anak sangat ditekankan. Nabi Muhammad SAW menolak menjadi saksi atas hadiah yang hanya diberikan kepada satu anak. Dalam psikologi, perbandingan berulang membuat anak merasa tidak cukup dan bisa memicu kecemasan.
2. Pilih Kasih
Memihak satu anak dan mengabaikan yang lain memunculkan rasa iri dan luka batin. Dalam hadits, Rasulullah menegaskan pentingnya keadilan terhadap semua anak. Psikolog menyebut favoritisme sebagai racun keluarga yang melahirkan konflik dan kebencian antar saudara.
3. Terlalu Sering Melarang
Seringkali anak dilarang mencoba sesuatu tanpa penjelasan yang masuk akal. Ini membuatnya takut mencoba hal baru. Islam menekankan penyampaian nasihat dengan hikmah. Dalam psikologi, larangan yang kaku mematikan rasa ingin tahu dan membentuk pribadi yang pasif atau memberontak.



