Ini Pernyataan Cucu Kandung Nek Aminah Terhadap Keluarga Yang Sebenarnya

Selasa, 25 Juni 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon (ADC)- Auliana Rizki (19), cucu Nek Aminah didampingi oleh orang tuanya Muhammad Yuna (47), menjumpai wartawan mediaaceh.co.id, Senin  (24/6) di salah satu warung yang ada di Kota Panton Labu untuk mengklarifikasi beberapa hal terkait pemberitaan berjudul “Diduga Nek Aminah Ditelantari Oleh Anak Kandungnya“.

Dalam berita sebelumnya Camat Tanah Jambo Aye Hanifza Putra, SSTP, M.Si dan ketua Ikatan Pengerjaan Sosial Masyarakat (IPSM), Akmal Daud dan penggiat sosial lainnya, Jum’at, 14 Juni 2019, mereka mengujungi rumah Nek Aminah, dan membawa sealakadar kebutuhan Nek Aminah.

Sementara itu, Pj Geuchik Desa Menasah Merbo, Nasruddin dan didampingi oleh aparat gampong setempat membenarkan tentang kondisi tempat tinggal Nek Aminah yang tidak layak huni.

“Dan betul Nek Aminah tinggal di tempat seperti kandang kambing, kenapa saya katakan begitu di samping rumah yang ditempati Nek Aminah kiri kanan dan bawah kandang kambing milik anaknya,” sebut Nasruddin.

BACA JUGA...  Ketua DPRK Bireuen Dukung Revisi Perbup No. 46/2022 Terkait Kerja Sama Publikasi Media

Aulia, cucu Nek Aminah melalui klarifikasinya dengan awak media ini menyebutkan, ada beberapa hal yang perlu diluruskan dari berita tersebut dengan keadaan sebenarnya. Kehidupan Nek Aminah. kata Aulia meluruskan, bukan tinggal di gubuk yang sebelumnya disebutkan berukuran 3×2 meter, sebenarnya berukuran 7×5 meter secara keseluruhan.

“Rumah yang dikatakan gubuk adalah rumah kecil yang dibuat anaknya kepada Nek Aminah dikarenakan rumah lama sudah rusak dan tanahnya menjorok ke kolam,” terangnya.

Sambung Aulia, rumah yang ada merupakan rumah kecil yang diapit oleh kandang kambing dan hanya sebelah kanan saja, sementara sebelah kiri bukan kandang kambing melainkan dapur atau disebut “Anjong” dalam bahasa Aceh.

“Dulu Kandang kambing  tersebut jauh dari rumah yang dibuat anaknya. Kandang kambing dibuat lagi yang baru dan rumah dibuat lagi yang baru, kemudian didempat kan kekandang kambing sebelah kanan rumah Nek Aminah supaya dia tidak betah,” kata Aulia

BACA JUGA...  Bukhari Kerjakan JUT di Lhok Bringen dan Cot Bada

Lanjut Aulia, akan tetapi hal tersebut tidak menjadi alasan untuk Nek Aminah ingin tinggal di rumahnya sendiri walaupun sudah didempetkan dengan kandang kambing baru milik anaknya. Selain itu, sebenarnya Nek Aminah bukan ditinggal sebatang kara, ada pihak keluarga yang terus mengawasinya. Namun demikian kata Aulia, Nek Aminah sendiri yang tidak ingin merepotkan anak-anaknya.

“Alasan Nek Aminah, rumah baru milik anaknya tidak ada tempat buang air besar seperti rumah jaman Aceh dan Nek Aminah tidak mau menggunakan panpes, jadi Nek Aminah memilih tinggal di gubuk sendiri walaupun sudah dipaksa berkali-kali oleh anaknya untuk tinggal bersamanya di dalam rumah baru milik anaknya,” beber Aulia.

Sambung Aulia, alasan lain Nek Aminah tidak mau tinggal di rumah baru yang baru dibangun anaknya di usia lanjut, dirinya tidak mau mendengarkan suara atau bising anak dan cucu-cucunya.

BACA JUGA...  Satreskrim Polres Asel Bekuk Pelaku Pemerkosa Anak

“Dalam berita sebelumnya disebut juga bila Nek Aminah sudah menempati rumah tersebut selama 6 tahun, yang benar adalah 1 tahun 3 bulan, ” jelas Aulia.

Untuk hal lainnya sebut Aulia, masukan dan nasehat dari aparatur Gampong selalu diterima anaknya yang tidak lain adalah ayah kandung Aulia. “Tanpa dinasehat oleh aparatur Gampong dan tetangganya pun ayah saya sudah meminta Nek Aminah untuk tinggal bersama kami, tapi Nek Aminah selalu kabur dan pulang ke rumah sendiri dengan menggunakan tongkat yang terbuat dari bambu kecil itu,” imbuhnya.

Selama ini kata Aulia, segala kebutuhan neneknya tersebut selalu dipenuhi ayahnya, mulai dari makanan hingga obat-obatan. Malah air untuk Nek Aminah mandi setiap hari diangkut ke dalam rumah oleh ayahnya.

“Nek Aminah tidak pernah merasa kesepian dan kekurangan, cucu-cucunya selalu menemani nenek tidur di rumah kecil tersebut,” pungkas Aulia. (Syd)

Berita Terkait

Lima Wartawan Aceh Lolos Sebagai Penguji, SPS dan PWI: Selamat 
SPS Aceh Rekom Lima Wartawan PWI dan  Lulus Calon Penguji
FPRMI Aceh Bedah Potensi Jerat Pidana Produk Jurnalistik
Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
FOSKADJA Resmi Bentuk Kepengurusan Baru Masa Bakti 2026-2029
SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Lima Wartawan Aceh Lolos Sebagai Penguji, SPS dan PWI: Selamat 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:59 WIB

SPS Aceh Rekom Lima Wartawan PWI dan  Lulus Calon Penguji

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:24 WIB

FPRMI Aceh Bedah Potensi Jerat Pidana Produk Jurnalistik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB