Tujuh Sikap Orang Tua yang Menyakiti Anak

Ilustrasi

4. Sering Meremehkan
Ucapan seperti “kamu selalu salah” meruntuhkan kepercayaan diri anak. Rasulullah SAW tidak pernah merendahkan anak-anak. Sebaliknya, beliau membesarkan hati dan memuliakan mereka. Psikologi menyebut hinaan berulang sebagai salah satu bentuk kekerasan emosional.

5. Sering Memarahi
Marah yang tak terkendali melukai batin anak. Islam menganjurkan menahan amarah dan memilih kelembutan. Rumah yang dipenuhi kemarahan membentuk anak yang cemas, tertutup, atau agresif.

BACA JUGA...  Satreskrim Polres Asel Bekuk Pelaku Pemerkosa Anak

6. Sering Membentak
Nada tinggi bukan mendidik, tapi menakutkan. Anak tidak memahami pesan, hanya merasakan ancaman. Dalam Islam, kelembutan adalah prinsip dalam mendidik. Psikologi menyebut bentakan sebagai bentuk kekerasan verbal yang bisa menyebabkan trauma.

7. Melakukan Kekerasan Fisik
Memukul, menjewer, atau menyakiti tubuh anak tidak pernah dibenarkan. Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW tidak pernah memukul anak. Psikologi membuktikan bahwa kekerasan fisik merusak perkembangan emosi dan bisa diwariskan dalam bentuk perilaku agresif.

BACA JUGA...  Bupati Armia dan Rumah yang Hampir Runtuh

Anak bukan milik yang bisa diperlakukan sesuka hati. Mereka adalah amanah dan cermin bagi orang tuanya. Jika kita ingin anak tumbuh penuh cinta dan percaya diri, rumah harus menjadi tempat paling aman dan membahagiakan baginya. Sebab luka masa kecil tak selalu tampak di permukaan, tapi mengakar dalam dan terbawa seumur hidup.