“Kami sudah melihat langsung, dan ini adalah masalah kemanusiaan, mesti kita selesaikan. Rumah Bapak Zainal Arifin akan kita bangun total.”
[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH – Bupati Aceh Tamiang].
- Respons Cepat, Janji Pemulihan, dan Asa dari Teluk Halban
ACEH TAMIANG, 18 November 2025 — Sore itu, cahaya matahari sudah mulai meredup ketika sebuah rombongan mobil memasuki Gang Teluk Halban yang sempit. Aroma tanah basah selepas hujan siang masih tertinggal di udara.
Di ujung gang, berdiri sebuah rumah kayu tua yang tiangnya miring dengan dinding lapuk memikul usia. Di dalam rumah itulah Zainal Arifin, 61 tahun, hidup bertahun-tahun bersama istri dan anaknya.
Kondisi rumah itu belakangan ramai dibicarakan setelah pemberitaan mengenai kelayakan huniannya mencuat di media lokal.
Rumah tersebut digambarkan hampir ambruk; tiang utamanya keropos, lantai rusak, dan atap bocor parah. Kabar itu akhirnya sampai ke telinga Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH.
Tanpa agenda protokoler panjang, Bupati Armia turun langsung ke lapangan, datang melihat sendiri apa yang terjadi.
Sore Ketika Pemerintah Datang.
ZAINAL menyambut kunjungan itu dengan langkah perlahan. Kemeja lusuhnya tampak tidak mampu menyembunyikan kegugupan. Baginya, kehadiran seorang bupati di halaman rumah hampir robohnya bukan sesuatu yang pernah ia bayangkan terjadi.




