LUMPUR YANG MENUNGGU NEGARA

Rabu, 31 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang, 35 Hari Pasca Banjir Ekologis.

Aceh Tamiang, 35 Hari Pasca Banjir Ekologis.

“Informasi ini perlu disebarkan ke warga,” kata Sayed Zainal, aktivis lingkungan yang sejak awal mengawal isu banjir ekologis Aceh Tamiang. “Supaya warga korban tidak kembali menjadi korban—terutama jika ada indikasi penggelapan bantuan.”

  • Aceh Tamiang, 35 Hari Pasca Banjir Ekologis

TIGA PULUH LIMA hari setelah air bah surut, Aceh Tamiang belum benar-benar kembali ke daratan yang normal. Lumpur masih menjadi penanda utama kehidupan sehari-hari—menempel di lantai rumah, mengeras di gang-gang sempit, dan mengunci kampung-kampung dalam situasi yang nyaris tak bergerak.

BACA JUGA...  Pertamina Lubricants Gelar Ganti Oli Gratis untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Di wilayah perkotaan dan pinggiran kota Kualasimpang, yang seharusnya menjadi etalase pemulihan, justru tampak stagnasi paling nyata.

Rumah-rumah yang berdiri tak jauh dari pusat pemerintahan kabupaten masih terbungkus lumpur setinggi betis hingga paha. Bau tanah basah bercampur limbah rumah tangga menyergap setiap pagi, seolah menegaskan satu pesan: bencana ini belum selesai.

BACA JUGA...  Rakyat Miskin Ekstrem Wilayah Pesisir Indonesia dan Asia Tenggara: Butuh Perbaikan Regulasi Skala Nasional

Secara administratif, fase tanggap darurat telah lewat. Namun di lapangan, pemulihan belum hadir sebagai pengalaman nyata bagi warga.

KOTA YANG TAK KUNJUNG BERGERAK

BANJIR ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir tahun lalu mencatat dampak masif: 208 kampung dari total 216 kampung di 12 kecamatan terdampak. Hampir seluruh wilayah kabupaten terpapar. Namun ironinya, kawasan yang paling dekat dengan pusat kekuasaan lokal justru tertinggal dalam antrean pemulihan.

BACA JUGA...  Konstitusi Dilecehkan di Tanah Gayo

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB