LUMPUR YANG MENUNGGU NEGARA

Rabu, 31 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang, 35 Hari Pasca Banjir Ekologis.

Aceh Tamiang, 35 Hari Pasca Banjir Ekologis.

BENCANA BESAR YANG SEPI ATENSI

BENCANA ekologis Aceh Tamiang menyisakan pertanyaan mendasar: mengapa peristiwa sebesar ini belum mendapat atensi nasional yang memadai? Apakah karena lokasinya jauh dari pusat kekuasaan? Ataukah karena dampaknya tidak cukup “dramatis” secara politik?

Padahal, aktivitas ekonomi lumpuh. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal sementara. Ini bukan banjir musiman, melainkan krisis ekologis yang menagih harga mahal dari pembiaran panjang.

BACA JUGA...  HUT ke-81 TNI, Warga Terima Bantuan

Warga tidak menuntut kemewahan. Mereka tidak meminta janji besar. Mereka hanya ingin negara hadir secara nyata—bukan lewat pernyataan, kunjungan singkat, atau laporan kertas.

MENUNGGU DI LORONG-LORONG SUNYI

DI LORONG-LORONG Kampung Sriwijaya, waktu berjalan lambat. Lumpur mengering perlahan, tetapi harapan justru menipis. Tiga puluh lima hari adalah waktu yang panjang bagi mereka yang kehilangan rumah, rasa aman, dan kepastian hidup.

BACA JUGA...  KETIKA BENCANA TERANCAM DIJADIKAN PANGGUNG

Aceh Tamiang hari ini menjadi cermin bagaimana bencana ekologis kerap dinyatakan selesai secara administratif, tetapi belum selesai dalam kehidupan nyata. Selama status, kebijakan, dan keberpihakan masih tertahan di meja pusat, lumpur akan tetap tinggal.

Bukan hanya di lantai rumah, tetapi di ingatan kolektif warga—yang hingga kini masih menunggu satu hal paling mendasar: kehadiran negara yang benar-benar turun ke lorong-lorong sunyi tempat mereka pernah menyebutnya rumah.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB