Air Tak Pernah Mengkhianati Alam

Sabtu, 24 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Bukhari.M.H.CM.

Setiap kali banjir dan longsor datang, air segera duduk di kursi pesakitan. Ia dituding sebagai penyebab kerusakan rumah, jalan, sawah, bahkan hilangnya nyawa. Media menyebut “amukan air, pejabat menyalahkan “curah hujan ekstrem”, masyarakat mengeluh tentang “air yang tak kenal kompromi”. Padahal, air sejatinya tidak pernah berubah tabiat. Ia hanya mengikuti hukum alam yang diciptakan Tuhan. Yang berubah adalah cara manusia memperlakukan alam.

BACA JUGA...  Kritik Buat Bobby, Razia Plat BL Bisa Lukai Sejarah

Dalam logika alam, air selalu patuh. Ia mengalir ke tempat rendah, meresap ke tanah yang mampu menyerap, dan berhenti di ruang yang disediakan. Ketika sungai meluap, bukan karena air tiba-tiba durhaka, melainkan karena ruang hidupnya dirampas. Daerah resapan dipadatkan beton, hutan digunduli, sempadan sungai disulap menjadi permukiman, dan rawa dikeringkan atas nama pembangunan. Air hanya mencari jalan pulang namun jalannya telah ditutup oleh tangan manusia sendiri.

BACA JUGA...  Ketika Hujan Turun Masyarakat Trauma : Pemerintah Harus Peka

Islam sejak awal menempatkan air sebagai rahmat, bukan musibah. Al-Qur’an menyebut air sebagai sumber kehidupan: “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup” (QS. Al-Anbiya’: 30). Air adalah nikmat yang menghidupkan bumi yang mati, menyuburkan tanaman, dan menopang kehidupan. Jika kemudian air menjadi bencana, maka yang bermasalah bukan airnya, melainkan sistem kehidupan manusia yang merusak keseimbangan alam.

BACA JUGA...  Duet Potensial H. Musannif dan Syeh Muharram untuk Aceh Besar 2024-2029

Berita Terkait

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas
Menjemput Hak Warga di Jakarta
Sawit Dalam Pengawasan

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:26 WIB

HUKOM

Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:30 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Insyaallah 52 Ribu Jiwa Jadup Pekan Ini Cair

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:23 WIB