Sudah saatnya air dikembalikan pada martabatnya sebagai rahmat, bukan musuh. Yang perlu diadili bukan sungai yang meluap, melainkan tata kelola yang sempit visi, pembangunan yang rakus ruang, dan keserakahan yang membungkus diri dengan dalih kemajuan. Jika alam diperlakukan dengan adil, air akan kembali jinak. Sebab sejak awal, air tak pernah mengkhianati alam kitalah yang terlalu sering mengkhianatinya.***
Penulis adalah Konsultan hukum dan mediator LBH Qadhi Malikul Adil.




