TAPAKTUAN | MA — Irigasi Gunung Pudung Kluet Utara, Aceh Selatan, dilaporkan, sejak kemarin, tidak mampu memasok air ke persawahan penduduk yang terhampar pada puluhan desa di kawasan itu.
Pada saat hampir bersamaan, ratusan petani di sejumlah desa di Kluet Utara akan segera turun ke sawah pada musim tanam tahun ini.
Menurut petani, tersendatnya pasokan air ke persawahan mereka karena pintu irigasi rusak dan sedimen menumpuk di pintu irigasi.
“Pintu intek rusak dan penuh endapan lumpur, sehingga tidak mengalirkan air ke saluran utama,” kata petani Gampong Gunung Pudung dan Ruak Kluet Utara, Jum’at, (29/5).
Menurut mereka, kondisi itu sangat ironi, karena irigasi yang dibangun tahun 1990 dan 1991 itu merupakan infrastruktur pertanian terbesar di Aceh Selatan yang mampu mengairi 30.000 Ha lebih persawahan petani, namun tidak ditangani secara serius.
Katanya, irigasi terbesar, tetapi tidak mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, ujar Kariaman.
Dia mewakili banyak petani di sana, berharap ke depan ini Pemkab dan Pemprov Aceh lebih serius menangani perbaikan irigasi tersebut.
“Seharusnya dilakukan perbaikan total agar lebih sempurna,” katanya.
Dia mengakui, ratusan petani di wilayah Kluet Raya itu, kini berada dalam kondisi kritis dan dibayangi ancaman gagal tanam massal yang diperkirakan mencapai 90 persen.




