Muharuddin Minta Polemik Lahan HGU di Julok Diselesaikan Secara Bijak

Jumat, 24 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPRA Tgk. Muharuddin.

Ketua Komisi I DPRA Tgk. Muharuddin.

BANDA ACEH | MA – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Muharuddin, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur bersama DPRK Aceh Timur untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang terjadi antara masyarakat dan sejumlah perusahaan di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Menurutnya, konflik yang berlarut-larut berpotensi memicu persoalan sosial yang lebih luas apabila tidak segera ditangani melalui mekanisme hukum dan musyawarah yang melibatkan seluruh pihak terkait.

“Kami menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya polemik sengketa lahan HGU di kawasan Teupin Raya. Persoalan ini harus segera menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan DPRK setempat agar dapat diselesaikan secara baik, adil, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Tgk. Muharuddin di Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).

BACA JUGA...  Arif Fadillah : R-APBK 2019, Harus Sesuai Visi-Misi Walikota Gemilang

Politisi Partai Aceh itu menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Menurutnya, kehadiran pemerintah sebagai mediator sangat diperlukan untuk memastikan hak masyarakat maupun kepentingan investasi tetap berjalan sesuai aturan.

Ia mengingatkan, apabila sengketa tersebut tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

“Kalau dibiarkan tanpa penyelesaian, tentu sangat berbahaya. Pemerintah daerah bersama DPRK harus segera turun tangan, mempertemukan semua pihak, dan mencari solusi terbaik sehingga persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tegasnya.

BACA JUGA...  Beberapa Kepala SKPK Ikuti Peringatan Harkitnas ke-114

Muharuddin mengaku hingga saat ini belum memperoleh informasi secara menyeluruh mengenai akar persoalan sengketa lahan tersebut. Namun, berdasarkan laporan yang diterimanya dari masyarakat, terdapat dugaan bahwa salah satu perusahaan yang mengelola lahan HGU belum memiliki kelengkapan administrasi maupun dokumen legalitas secara utuh.

Karena itu, ia meminta instansi terkait melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen perizinan dan legalitas perusahaan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami berharap persoalan ini dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Jika perusahaan memang memiliki legalitas yang lengkap sesuai ketentuan, tentu penggunaan lahan tersebut sah. Namun apabila masih terdapat kekurangan administrasi atau perizinan, maka harus segera dilengkapi dan disampaikan secara transparan agar tidak memunculkan polemik hukum di kemudian hari,” katanya.

BACA JUGA...  Ketua DPRA Akan Lanjutkan Pansus Tambang

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian sengketa melalui dialog yang mengedepankan asas keadilan, transparansi, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat dan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Menurutnya, penyelesaian yang komprehensif akan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun dunia usaha, sekaligus menjaga iklim investasi yang kondusif di Aceh Timur.

“Semua pihak harus mengedepankan musyawarah dan penyelesaian sesuai aturan hukum. Dengan demikian, hak masyarakat terlindungi dan kepastian hukum bagi perusahaan juga tetap terjamin,” pungkas Tgk. Muharuddin.

Penulis : Muktarrudin

Editor : Syawaluddin Ksp

Berita Terkait

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara
Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga
Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan
Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 
Besok, 1000 Anak Yatim Disantuni Wagub Aceh di Masjid Besar Quba
Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh
Sejumlah Gampong di Aceh Selatan Dilanda  Banjir

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:06 WIB

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB