ACEH TAMIANG SEPERTI TUBUH YANG DIPAKSA TERSUNGKUR

Sabtu, 6 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi digital art.

Foto Ilustrasi digital art.

Bau tanah basah dan keringat campur menjadi aroma malam. Ada kudapan seadanya: roti kering bantuan, bubur kacang yang dibuat cepat oleh relawan dapur umum, dan kopi pahit yang selalu menjadi penyelamat mental rakyat Aceh Tamiang ketika malam memanjang terlalu jauh.

Di ujung tenda, seorang lansia bernama Nek Suhayati berbisik kepada relawan:

“Dulu waktu banjir 2006, kami pernah begini. Tapi malam ini lebih berat. Anak-anak saya terpisah. Saya minta Allah jaga mereka.”

BACA JUGA...  Dan TNGL Sikundur Tenggulun Itupun Porak Poranda

Di sisi lain tenda, dua anak kecil berusaha tidur dengan memeluk tas sekolah yang sudah basah. Ketika ditanya kenapa tidak diletakkan, si kakak menjawab lirih:

“Buku kami tinggal ini saja, bang… yang lain hanyut.” Malam itu tidak ada yang bisa menghibur mereka. Tidak ada pantun gurau seperti biasa. Tidak ada cerita-cerita heroik. Semua masih terlalu dekat dengan ketakutan.

BACA JUGA...  Ketika Pengawas Menjadi Pelindung Mimpi Anak-Anak Gunung

Jam 02.11 WIB; Laporan Kritis Masuk.

RADIO di posko pusat tiba-tiba berbunyi keras. “POS ALUR JERNIH MEMANGGIL POS INDUK. AIR NAIK 30 SENTIMETER DALAM WAKTU 12 MENIT. ADA ESKALASI. ULANGI. ADA ESKALASI.”

Semua kepala menoleh. Para petugas yang sedang makan menghentikan sendok. Beberapa relawan yang tertidur terbangun.

Armia Pahmi langsung berdiri.

BACA JUGA...  Fadlon Apresiasi CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia, Rumah Inspirasi Jadi Tonggak Pemulihan Aceh Tamiang

“Ambilkan data curah hujan terakhir. Ini bukan sisa banjir. Ini lonjakan baru.”

Seseorang membawa selembar print-out dari BMKG. Tanda grafik naik drastis. Intensitas hujan di hulu sedang berada di level yang hanya muncul dalam skenario “sekali dalam belasan tahun”.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Pansus DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:52 WIB

Saat Azhari warga Gampong Teuping Gajah dirujuk ke RSUD Cut Mutia.

KESEHATAN

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:29 WIB

Geuchik Gampong Buket Jrat Manyang Dahlawi yang didampingi oleh Ketua Kopdes Merah Putih Gampong dan Babinsa Koramil 014/Tja saat menerima Mobil Kopdes Merah Putih di Makodim 0103/Aut, Senin (12/10).

PEMERINTAHAN

Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:21 WIB

Kantor DPRK Aceh Selatan di Jalan Syech Abdurrauf  Tapaktuan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Program KAS 2027 Menuai Kritik

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:51 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Raih Rekor MURI di Malam Penutupan HUT 438

Senin, 12 Okt 2026 - 19:50 WIB