BPBD Aceh Tamiang Berpacu dengan Waktu; 876 Tenda Tersalurkan, Ribuan Lagi Menyusul

Tim BPBD Sedang mendistribusikan Tenda Keluarga dari BNPB Pusat.

“Selama masih ada warga yang belum tersentuh bantuan, BPBD tidak punya istilah istirahat.”

[Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, SSTP, MSP].

ACEH TAMIANG belum pulih dari luka bencana. Air bah ekologi yang meluluhlantakkan kabupaten itu meninggalkan jejak perkampungan yang patah, akses-akses darat yang runtuh, serta ribuan warga yang masih menggigil dalam ketidakpastian.

BACA JUGA...  Menko PMK Serahkan Rp86,1 Miliar Bantuan Stimulan Rumah Rusak di Bireuen

Di tengah keletihan yang membalut hari-hari darurat ini, satu unit kecil terus bekerja dalam senyap—BPBD Aceh Tamiang.

Di posko induk yang berdiri di belakang Kantor Sekdakab, Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, SSTP, MSP, menjadi titik koordinasi seluruh gerak penanganan.

Di ruangan yang penuh peta, radio komunikasi, dan tumpukan laporan situasi, ia menyampaikan kabar yang setidaknya memberikan sedikit ruang bernapas bagi warga terdampak.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Tengah Kembali Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana hingga 29 Januari 2026

“Tenda keluarga yang dikirimkan BNPB sebanyak 876 unit sudah kita distribusikan ke kampung-kampung terdampak,” ujar Suhery dengan suara serak.

Distribusi yang Berpacu dengan Bencana

TENDA-TENDA itu telah menyebar ke empat kecamatan; Kota Kualasimpang, Karang Baru, Rantau, dan Sekerak—terutama ke Kampung Sekumur dan Lubuk Sidup, dua wilayah yang terpukul paling keras.