ACEH TAMIANG SEPERTI TUBUH YANG DIPAKSA TERSUNGKUR

Sabtu, 6 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi digital art.

Foto Ilustrasi digital art.

– 48 orang meninggal

– 18 luka-luka

– 281.267 jiwa mengungsi

– 12 kecamatan tenggelam

– 2.746 rumah rusak

– 54 sekolah, 33 rumah ibadah, 32 kantor pemerintahan terpukul banjir.

Namun angka tak pernah menggambarkan rasa kehilangan. Tidak menceritakan “senyap” yang turun setelah arus besar merampas Desa Sekumur: sebuah kampung kecil yang hilang total, beserta 280 rumah, 1.234 warganya yang kini tercerai berai menjadi pengungsi.

BACA JUGA...  HAMPIR DUA BULAN PASCABANJIR, KETIKA KORBAN DIPAKSA MENGEMIS DI JALAN

“Sekumur sudah tidak ada lagi. Rata dengan tanah. Seperti terhapus dari peta.”

Suara itu milik Hendra Vramenia, pengurus PWI Aceh Tamiang, yang menjadi jembatan informasi ketika listrik dan jaringan telekomunikasi rubuh.

Ia mengirim foto dari lokasi kejadian—pohon-pohon tumbang saling menumpuk seperti tulang raksasa. Di belakangnya, ruang kosong menganga, seolah desa itu tak pernah ada. “Air datang tujuh sampai sepuluh meter. Tidak memberi kesempatan bagi siapa pun.”

Hendra menunduk saat bercerita di posko. “Jika bantuan terlambat, korban tidak hanya akan bertambah—mungkin kita akan kehilangan seluruh generasi dari desa itu.”

BACA JUGA...  DARI REGULASI KE REALITAS

Hari Ketika Pemerintah Harus Melompat Lebih Cepat dari Banjir.

MENTERI Sosial Gus Ipul tiba dengan sepatu bot yang masih basah dari lokasi sebelumnya. Ia berjalan ke dapur umum, melihat relawan mengaduk nasi untuk ribuan pengungsi yang antre dengan mata cekung dan tubuh menggigil.

“Kami datang untuk memastikan negara hadir. Tidak hanya saat bencana terjadi, tapi saat pemulihan dimulai, ” katanya.

Bupati Armia menuntun Gus Ipul ke ruang yang lebih kelam; kantor-kantor pemerintah yang porak-poranda. Di beberapa ruang, air masih merembes dari dinding.

BACA JUGA...  Aceh Tamiang Gelar MTQ ke VII dan FASI Satu

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Kadis PUPR Aceh Selatan Skar Fharaby.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PUPR Gunakan Dana TKD Rp.6 Milyar untuk Bayar Utang

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:32 WIB

Saat peluncuran program gerakan menanam pada acara HUT Kota Meulaboh oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi, Ahad, (11/10).

PEMERINTAHAN

Tarmizi Luncurkan Gerakan Menanam

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:25 WIB