Ibarat pepatah, Keledai tidak mau jatuh lobang yang sama, yang bermakna, jangan terjadi pengulangan kesalahan yang sama.
Jadi, polemik di Aceh Selatan ini harus dijadikan peringatan keras bahwa kepemimpinan bukan hanya soal siapa yang menjabat, tetapi soal bagaimana dia menjalankan kepemimpinannya.
Harus disadari, rakyat Aceh Selatan tidak menuntut keajaiban. Mereka hanya ingin pemimpinnya jujur, transparan, dan peduli terhadap yang lemah.
Kepemimpinan yang hebat adalah kepemimpinan yang sanggup mengakui kesalahan dan memperbaikinya dengan cepat.
Maka, jika pemerintah Aceh Selatan benar-benar ingin membawa perubahan, maka perubahan itu harus dimulai dari cara pemimpin mendengar suara rakyat. Suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi vox dei).
Penulis : Alizamzami, mantan aktivis HAM dan kini Kordinator LSM FORMAKI Aceh











