Bocah Penderita Penyakit Epilepsi Di Takengon Butuh Perhatian Dermawan

Jumat, 6 Oktober 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Alimin

Aceh tengah,Takengon : Andika, bocah lima tahun mengalami derita Epilepsi butuh perhatian dermawan. Karena Kondisi kedua tangan dan kaki Andika saat ini semakin mengecil. 5/10/2017.

Bocah asal desa Kemili, Kecamatan Bebesen, kabupaten Aceh tengah, takengon itu saat ini dirawat diruang anak nomor 2 BLUD Datu Beru Takengon. Sementara ini Ia sedang menjalani perawaan medis sejak 2 Oktober 2017.

Tak hanya itu, menurut data yang diperoleh dari petugas medis, Andika juga diserang Anemia. Berat badannya 10 Kg. Pada Selasa (3/10/2017), dokter juga telah melakukan transfusi (Tambah-Red) satu kantong darah ke tubuh Andika.

BACA JUGA...  Ketua SPS Aceh Terpilih Hadiri Media Gathering Bank Aceh di Jalin

“Yang telah ditransfusi, darahnya golongan A,” kata petugas medis yang sedang piket diruang anak kepada awak media pada hari Rabu (4/10/2017).

Ibu Andika, Juliana juga menjelaskan anaknya itu telah diserang Epilepsi sejak Agustus 2017. Sejumlah pengobatan tradisional juga telah disambangi, namun belum juga menuai hasil.

“Pasalnya keluarga tersebut juga meceritakan keluhan Untuk berobat kerumah sakit gak ada biaya, maka oleh sebab itu Andika terpaksa di bawa untuk berobat di kampung-kmpung,” ujarnya.

BACA JUGA...  SPS Dorong Pj Gubernur Terbitkan Aturan Kerjasama Publikasi Media

Siapa Andika?…

Andika merupakan anak ketiga dari pernikahan Juliana dan Eno (Almarhum). Semula mereka bermukim di Medan Sumatera Utara. Andika ditinggal mati ayahnya awal Januari 2017.

Juliana menceritakan, Andika mendapat perilaku kekerasan dalam rumah tangga saat ia bermukim di Medan Sumatera Utara. Pada usia 2,5 tahun, Andika disiram air panas oleh almarhum ayahnya kandungnya Eno.

Sejak itu pula kata Juliana, Andika mengalami trauma dan tidak bisa berbicara lagi layaknya anak normal.

BACA JUGA...  Muchsin Hasan Perjuangkan Rumah untuk Masyarakat Miskin di Jakarta 

Tidak sampai disitu, kata Juliana, almarhum Eno juga telah menghabisi anak sulung mereka bernama Hendra saat ia berumur 20 Tahun.

“Saya gak tahan lagi, hingga akhirnya awal 2016 saya lari ke Takengon dan memeluk Uslam disini,” ujarnya.

Bersamaan dengannya, Juliana juga memboyong dua anaknya ke Takengon. Kedua anak itu adalah Hendika (14 tahun) dan Andika (5 tahun).

Kepada wartawan, Juliana mengaku bekerja sebagai pembut kue. Hasil olahannya itu pula kemudian dititipkan ke warung-warung untuk membiayai kebutuhan hidup mereka.

Berita Terkait

Tomas Asel Kritik Sikap Pengurus ABAS, Barsela atau Jadi Corong ALA
80 Tahun SPS, Nasir Djamil Kembali Masuk Daftar Penerima Penghargaan
Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah
Bella Olivia dan Fahdi Menikah, Perpaduan Adat Jawa-Mandailing Warnai Pesta Anto Genk
Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur
Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI
Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan
Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:45 WIB

Tomas Asel Kritik Sikap Pengurus ABAS, Barsela atau Jadi Corong ALA

Senin, 2 November 2026 - 14:50 WIB

80 Tahun SPS, Nasir Djamil Kembali Masuk Daftar Penerima Penghargaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Bella Olivia dan Fahdi Menikah, Perpaduan Adat Jawa-Mandailing Warnai Pesta Anto Genk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB