‘Upeti’ Kredit Ubi Kayu M Syah Sampai ke OJK

Minggu, 19 Februari 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nah, sementara ketika gagal tanam sampai panen ubi kayu, kenapa Petani yang menanggung dan harus mengembalikan pinjaman BAS Rp.50 juta rupiah, bagaimana dengan bagi hasil yang didengungkan BAS pada petani?.

“Kita menemukan bukti, ada surat Kuasa antara ketua kelompok Tani Wagirun secara di bawah tangan yang ditanda tangani dengan anggota Kelompok tani tentang sistem pembahagian Hasil
Masing-masing, BAS 30 % dari hasil, petani peserta 45 %, lalu pemilik lahan 10 % dan Pengelola Mekar Kembali 15 %. Ini apa?, kok bisa berubah jadi kredit,” pungkas Sayed.

BACA JUGA...  LembAHtari Lapor ke Dirjen PHLHK melalui Gakkum PLHK Wilayah Sumatera Terkait Kejahatan Alih Pungsi Hutan Mangrove

Cari Perlindungan

Pada tanggal 1 Februari 2023, mereka [petani] yang tergabung Kelompok Tani Mekar Kembali mencari perlindungan mengadukan nasib mereka. Sebab sudah terjebak oleh PT BAS Kualasimpang. Melalui Ketua Kelompok Mekar Kembali dengan janji yang menggiurkan dan terakhir masuk dalam jebakan.

Atas dasar laporan para petani tersebut, Komisi II DPRK Aceh Tamiang yang membidangi pertanian melakukan pemanggilan seluruh pihak yang terlibat dalam kerja sama pembiayaan program tanam singkong/ubi kayu menelan biaya sebesar Rp1 miliar.

BACA JUGA...  KETIKA WARTAWAN JUGA KORBAN

Para pihak yang dipanggil terdiri dari PT Bank Aceh Syariah (BAS) Kantor Cabang Kuala Simpang selaku penyalur kredit, kelompok tani “Mekar Kembali” [pelaksana program] dan para petani yang menuai kerugian.

Berita Terkait

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam
Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO
Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB