“Jadi waktu itu para petani sudah ‘angkat tangan’ untuk memanen hasilnya. Kami bilang apa pun cerita ini harus hingga kita tau berapa kira-kira yang bisa kita hasilkan. Tapi petani sudah tidak mau lagi karena harga jual yang kita harapkan Rp1.000 jadi Rp700/kg. Jadi kami sudah coba berusaha juga cari tenaga lain dari luar supaya tidak rugi kali,” ulas Muhammad Syah. [Syawaluddin].
‘Upeti’ Kredit Ubi Kayu M Syah Sampai ke OJK




