Timphan, Kuliner Legendaris Aceh yang Selalu Hadir di Setiap Lebaran

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Meski tampil dengan berbagai inovasi, Timphan tetap mempertahankan karakter utamanya sebagai kuliner tradisional Aceh yang autentik.

Lebih dari sekadar makanan, proses pembuatan Timphan juga menjadi bagian dari tradisi sosial masyarakat Aceh. Menjelang Lebaran, para ibu biasanya berkumpul untuk membuat Timphan bersama-sama.

Aktivitas tersebut bukan hanya tentang memasak, tetapi juga menjadi ruang berbagi cerita, mempererat silaturahmi, dan mewariskan pengetahuan kuliner kepada generasi berikutnya.

BACA JUGA...  Pupuk Silaturrahmi, Purna Praja Angkatan XV Aceh Gelar Buka Puasa Bareng

Karena itulah, Timphan memiliki nilai budaya yang jauh melampaui cita rasanya.

Agam Provinsi Aceh 2023, Vima Syaddad Alfathan, menilai Timphan merupakan salah satu warisan kuliner yang merepresentasikan karakter masyarakat Aceh yang ramah dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.

“Timphan bukan hanya makanan tradisional. Di balik setiap bungkusan daun pisang terdapat nilai kebersamaan, penghormatan kepada tamu, dan rasa syukur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Itulah yang membuat Timphan tetap istimewa hingga hari ini,” ujarnya.

BACA JUGA...  Wagub Aceh Bahas Sail Sabang Bersama Menteri Pariwisata

Menurut Vima, kuliner tradisional seperti Timphan juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat memperkenalkan identitas Aceh kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB