Saat ini, Timphan tidak hanya dapat ditemukan saat Lebaran. Berbagai toko oleh-oleh, rumah produksi UMKM, hingga pusat kuliner khas Aceh juga mulai menghadirkan kue tradisional ini sepanjang tahun.
Namun bagi banyak masyarakat Aceh, menikmati Timphan saat Hari Raya tetap menghadirkan sensasi yang berbeda. Setiap gigitan seolah membawa kembali kenangan masa kecil, suasana rumah keluarga, serta kehangatan silaturahmi yang menjadi ciri khas perayaan Lebaran di Tanah Rencong.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal Aceh lebih dekat melalui kulinernya, Timphan adalah pilihan yang tepat. Sebab di balik rasanya yang manis dan lembut, tersimpan cerita panjang tentang tradisi, budaya, dan cinta yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (ADV)




