Timphan, Kuliner Legendaris Aceh yang Selalu Hadir di Setiap Lebaran

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaaceh.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana dapur di berbagai rumah masyarakat Aceh biasanya mulai dipenuhi aktivitas. Di tengah kesibukan mempersiapkan hidangan lebaran, ada satu kuliner tradisional yang hampir selalu menjadi menu wajib di meja tamu, yakni Timphan.

Kue tradisional berbahan dasar ketan, pisang, dan santan ini bukan sekadar sajian khas Lebaran. Bagi masyarakat Aceh, Timphan adalah simbol kehangatan, penghormatan kepada tamu, sekaligus bagian dari warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

BACA JUGA...  Pengawasan Pupuk Bersubsidi Perlu Diperketat

Tak heran jika aroma khas daun pisang yang baru dikukus sering menjadi penanda bahwa suasana Lebaran telah semakin dekat di Tanah Rencong.

Timphan telah lama menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Aceh. Selain disajikan saat Idul Fitri dan Idul Adha, kudapan ini juga kerap hadir dalam berbagai acara adat, kenduri, hingga prosesi keluarga.

BACA JUGA...  Koordinasi Pengawasan Pemda Ditingkatkan

Menyuguhkan Timphan kepada tamu merupakan bentuk penghormatan yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Aceh. Karena itu, hampir setiap rumah akan menyediakan hidangan ini saat menyambut kerabat dan sahabat yang datang bersilaturahmi.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh saat musim Lebaran, mencicipi Timphan menjadi pengalaman kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut menjadikan kue ini mudah disukai oleh berbagai kalangan.

BACA JUGA...  Menjelajah Umah Pitu Ruang, Rumah Adat Gayo yang Sarat Filosofi dan Pesona Wisata Budaya

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:52 WIB