“Nah di bulan Agustus kita duduk lagi Pak kemarin. Janji Bapak sehabis 17-an di minggu pertama. Tapi orang bapak ke mana? Saya kecewa Pak. Saya tunggu satu minggu. Saya sudah koordinasi nih sama warga. Warga yang emosinya awal agak teredam. Namun setelah selama waktu itu Pak, muncul lagi Pak. Karena apa? Tidak ada konfirmasi kejelasan,” paparnya lagi.
Warga Kecewa Program CSR tak Mengalir
Tak hanya masalah Sertifikat Tanah saja yang di tohok, penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina EP Rantau Field pun di kecam warga Kampung Sukajadi.
Datok Penghulu Kampung Sukajadi. Zainal Abidinsyah mengatakan bahwa; betapa pentingnya program CSR itu. Karena memberi efek positif bagi masyarakat terdampak di lingkar tambang eksplorasi sumur minyak Pertamina EP Rantau Field.
Sebaliknya Datok Zainal mengatakan kalau Pertamina EP Rantau Field dicap warganya dengan penghargaan Rapor Merah.
Datok juga menyorot pernyataan Tim CSR Pertamina Hulu Rokan Winda mengenai tanggung jawab pelaksanaan CSR. Ditekankan bahwa sudah puluhan tahun sumur di Sukajadi ada, namun program CSR belum pernah dirasakan masyarakat.
Padahal penguatan kewajibannya ada pada amanah PP47 yang mengharuskan pelaksanaan program untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.




