“Kita mau pasti, kapan keluar surat pernyataan itu. Kalau besok [Selasa, 30 September 2025] saya tunggu, kita RDP hari ini bukan main-main pak, kami menjalankan perintah Undang-undang. Jangan main kucing-kucingan kita. Saya tegaskan manajemen Pertamina EP Field Rantau harus serius menjalankan sidang ini,” tegas politisi dari partai NasDem ini.
Manajemen Pertamina EP Rantau Field pun di desak masyarakat. Mereka minta tiga poin penting dari perusahaan itu. Kesatu; kejelasan waktu penyelesaian, Kedua; penghentian aktivitas sampai sertifikat hingga selesai, dan Ketiga; keluarkan surat pernyataan yang menerangkan bahwa sertifikat mereka saat ini di Pertamina.
Suasana RDP di ruang Banggar DPRK Aceh Tamiang itu, pecah. Manakala Syukria menekan, perlunya surat pegangan untuk membuktikan hak masyarakat benar-benar terjamin, agar mereka tidak dirugikan.
Harapnya masalah ini segera diselesaikan, berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakatnya. Tidak hanya mengeruk hasil perut bumi Aceh Tamiang, tapi beratensi pada rakyatnya.
Berbagai desakan pun mencuat kepermukaan sidang yang berjalan sangat alot dan tegang. Menyeret masyarakat Kampung Dalam minta agar pihak Pertamina, memberikan konfirmasi kejelasan mengenai sertifikat yang sedang dalam proses.




