Terlepas dari berbagai dukungan yang terus mengalir, sikap langsung dari seorang Bustami yang masih tanpa kejelasan maju atau tidaknya pada Pilkada 2024 mendatang juga menjadi sebuah persoalan.
Apakah hal ini menjadi bagian skenario agar terkesan bahwa jika nantinya Bustami memutuskan maju karena desakan masyarakat bukan keinginan pribadi dan orang lingkarannya atau bahkan Bustami masih malu-malu kucing untuk menyatakan hasratnya.
Namun, tak menutup pula kemungkinan bahwa Bustami masih berupaya untuk sisa waktu untuk menggerakkan mesin politik dengan kekuasaan yang masih ditangannya agar lebih memuluskan langkahnya pada Pilkada mendatang. Adapula yang mengatakan bahwa sosok Pj Gubernur Aceh itu sedang bermain peran untuk mengalihkan perhatian publik terhadap persoalan besar lainnya di Aceh.
Pun demikian, tidak menutup pula kemungkinan bahwa Bustami masih ragu-ragu dan tak bernyali untuk melawan Muzakir Manaf (Mualem) yang merupakan kandidat kuat yang kini juga telah resmi mendapatkan dukungan Gerindra sebagai pemenang Pilpres dan Demokrat hingga partai-partai lainnya di Koalisi 02 yang menyusul akan turut mendukung.
Bahkan spekulasi lainnya dari internal PA menyebutkan Bustami takut untuk melawan Mualem yang memiliki mesin politik kuat dan mengakar hingga cerita Bustami yang takkan berani dicap pengkhianat oleh kelompok Mualem jika memang maju pada Pilkada nanti.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















