Terlepas dari berbagai realita hingga spekulasi di atas, nyali Bustami sebagai orang Aceh saat ini sedang dinanti oleh segenap masyarakat. Akankah Bustami “MEUAGAM” secara ksatria menyatakan maju pada Pilkada 2024 dan rela melepas kursi empuk Pj Kepala Daerah seperti beberapa Pj Kepala Daerah lainnya yang mundur karena ikut Pilkada, atau bahkan Bustami memilih mengabaikan dukungan masyarakat demi mempertahankan kursi empuknya yang hanya menghitung bulan itu.
Apapun pilihan Bustami akan menjadi catatan bagi masyarakat Aceh, bernyali atau tidaknya Bustami akan ditunjukkan pada sikapnya nanti.
_Penulis adalah Koordinator Gerakan Pemuda Negeri Pala (GerPALA)_















