Namun, di balik maraknya dukungan itu Bustami terkesan masih berlagak acuh tak acuh. “Itu hak asasi orang, bukan hak saya,” kata Bustami Hamzah singkat kepada awak media usai penyambutan jamaah haji Aceh kloter terakhir, di asrama haji Embarkasi Aceh, Senin.
Kemudian, terkait dengan rumor pencalonannya sebagai salah satu kandidat yang bakal bertarung di Pilkada Aceh nantinya, enggan dijawab. “Saya mengatakan sedang bertugas. Saya lagi penugasan,” jawab Bustami singkat tanpa penjelasan.
Syahdan, moment transit Presiden Joko Widodo bersama delegasi rehat sejenak Presiden Joko Widodo di Bumi Tanah Rencong, Selasa 16 Juli 2024 sebelum bertolak dan kembali dari Abu Dhabi-Unit Emirat Arab, Kamis 18 Juli 2024 sekitar pukul 00.30 WIB lalu justeru membawa dampak dan pantulan terhadap proses Pilkada Aceh, terutama berkaitan dengan posisi Bustami Hamzah, yang kini duduk di kursi Pj Gubernur Aceh. Maklum, jelang hari pendaftaran dan pencoblosan Pilkada Aceh 27 November 2024 mendatang, proses kontestasi demokrasi ini, memang sedikit menggeliat di Aceh. Mencuatnya nama Bustami Hamzah sebagai salah satu kandidat dianggap sebagai rival kuat Muzakir Manaf atau Mualem.
Bahkan di berbagai spekulasi media sosial hingga pembicaraan warung kopi disebutkan bahwa Bustami sudah mendapat sinyal dukungan pusat, sehingga adapula yang menyebutkan bahwa Bustami Hamzah tak perlu tergesa-gesa mundur terlebih dahulu dari jabatan sebagai Pj Gubernur Aceh, karena sudah ada sinyal persetujuan untuk melanjutkan masa tugasnya hingga menjelang pendaftaran Pilkada 2024 nanti. Tak sebatas itu, adapula yang mengatakan bahwa Bustami telah mendapat golden tiket dari Partai untuk maju dan tinggal menunggu waktu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















