Beberapa ciri khas dari supervisi klinis meliputi:
1. Kemitraan: Hubungan kolaboratif antara guru dan supervisor.
2. Fokus supervisi: Berpusat pada strategi pembelajaran yang hendak dikembangkan oleh guru.
3. Siklus supervisi klinis: Meliputi pra-observasi, observasi kelas, dan pasca-observasi.
4. Instrumen observasi: Disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan guru.
5. Objektivitas: Data observasi diolah secara obyektif dan dianalisis bersama.
6. Umpan balik: Diberikan berdasarkan analisis data dan dilakukan melalui percakapan antara guru dan supervisor.
7. Rencana pengembangan: Menghasilkan langkah-langkah untuk pengembangan diri guru yang berkelanjutan.
Dengan supervisi akademik yang berbasis coaching, guru tidak hanya mendapatkan masukan untuk perbaikan, tetapi juga menjadi lebih reflektif dan bertanggung jawab terhadap pengembangan profesional mereka.
Sumber:
Monika Irayati, CEC dkk. Modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
Penulis : Aiyub,S.Pd.,M.Pd (CGP Rekognisi).














